Antisipasi Banjir dan Jaga Pasokan Air Pertanian, Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 KM Mulai Dikerjakan

Kabupaten Bekasi || Berita Jurnal Kota

Pemerintah Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, menyambut baik realisasi normalisasi Saluran Sekunder (SS) Gempol Payung sepanjang 5 kilometer di wilayah Sumur Penganten. Pekerjaan yang telah lama diusulkan tersebut kini mulai dilaksanakan dengan menerjunkan 1 unit alat berat jenis excavator untuk mengangkat sedimentasi, lumpur, dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukakarya, Siti Nurasiah, mengatakan normalisasi ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan sekaligus menjaga kelancaran pasokan air bagi lahan pertanian, terutama ketika memasuki musim kemarau. “Alhamdulillah, setelah sekian lama kami mengusulkan normalisasi SS Gempol Payung, akhirnya sekarang bisa direalisasikan dan alat berat sudah diturunkan. Kami berharap pekerjaan ini dapat membantu mengatasi persoalan banjir sekaligus memenuhi kebutuhan air bagi para petani,” ujarnya pada Rabu, (14/10/2026).

Ia menjelaskan, rencana pelaksanaan normalisasi dimulai dari sekitar kawasan wisata Sumur Penganten menuju wilayah Sindangsari. Setelah pengerjaan di bagian tersebut selesai, alat berat akan diarahkan untuk melanjutkan normalisasi dari sisi selatan mulai dari Sukajadi menuju Sumur Penganten. “Rencananya, normalisasi dilakukan dari Sumur Penganten ke arah Sindangsari atau Putat. Setelah selesai, pekerjaan dilanjutkan dari arah selatan mulai dari Sukajadi hingga Sumur Penganten,” jelasnya.

Menurut Nurasiah, kondisi saluran yang mengalami pendangkalan selama bertahun-tahun menjadi salah satu kendala dalam mengendalikan aliran air. Saat curah hujan meningkat, kapasitas saluran yang tidak optimal dapat menyebabkan air meluap hingga ke area persawahan dan permukiman warga. “saluran sekunder yang sudah lama dangkal, kalau hujan sedikit saja air meluap ke sawah dan pemukiman. insya Allah setelahnya selsai SS pulo sirih gempol payung akan lanjut ke SS gamprit,” ungkapnya.

Selain untuk mengurangi risiko banjir, normalisasi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi petani yang membutuhkan ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian pada musim kemarau. Pengangkatan sedimentasi dan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kapasitas saluran agar dapat berfungsi lebih optimal.

“Dengan normalisasi ini, kami berharap aliran air menjadi lebih lancar sehingga petani memiliki solusi ketika membutuhkan air pada musim kemarau. Di sisi lain, sedimentasi dan sampah yang selama ini menghambat aliran juga dapat diangkat sebagai upaya mengantisipasi banjir ke depan,” katanya. Pemerintah Desa Sukakarya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi atas realisasi normalisasi tersebut. Menurutnya, penanganan saluran irigasi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya petani yang bergantung pada kelancaran distribusi air untuk mendukung kegiatan pertanian.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah merealisasikan kebutuhan normalisasi saluran pertanian di wilayah kami. Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para petani serta masyarakat,” tuturnya. Lebih lanjut, Siti Nurasiah berharap penanganan saluran irigasi dapat berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan perhatian. Melalui normalisasi ini, Pemerintah Desa Sukakarya berharap fungsi saluran irigasi semakin optimal, risiko luapan air dapat diminimalkan, dan kebutuhan air pertanian lebih terjaga.

(Hans)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

16 Oktober 2026

Tinjau Kopdes Merah Putih, Wawali Harris Bobihoe : Harga Lebih Murah

14 Oktober 2026

Kecamatan Cikarang Pusat Tertibkan Delapan Warung di Pasar Tegal Danas

14 Oktober 2026

Antisipasi Banjir dan Jaga Pasokan Air Pertanian, Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 KM Mulai Dikerjakan

9 Oktober 2026

Lolos Tahap II ASN Berprestasi Jabar, Inovasi Puspita Sakura Bidik Bebas HIV 2030

9 Oktober 2026

CSR PT Jababeka, Bantu Petani Hilir Bekasi hingga Dukung Pendidikan

29 September 2026

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

21 September 2026

Jahi Hidayat Unggul di Pilkades Tamansari, Kembali Terpilih untuk Periode Ketiga

20 September 2026

Hitung Cepat Pilkades Ciledug, Hadi Hidayat Puncaki Perolehan Suara

19 September 2026

Dinas SDABMBK Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung Desa Kalijaya-Sukajaya

19 September 2026

Inspektorat Juara I Pariwara Antikorupsi, Gaungkan Integritas dan Kejujuran ASN

19 September 2026

Terbaik 1 Locus EPSS, DLH Kedepankan Kebijakan Berbasis Data

17 September 2026

Untuk Memperkuat Pembangunan dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026 Perubahan APBD 2026 Disampaikan, Wali Kota Bekasi: Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

17 September 2026

Jelang Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Cek Kesiapan Sejumlah Venue Pertandingan