Bangun CBG Pertama PalmCo di Sumatera reNIKOLA Siapkan 240 Juta USD Kembangkan EBT di Indonesia

BJK – DKI Jakarta

Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menandatangani Kerjasama Pembangunan Build Own Operate Transfer (BOOT) untuk proyek Compressed Biomethane Gas dengan PT reNIKOLA Primer Energi yang merupakan perusahan joint venture reNIKOLA Grup Malaysia, Kamis (15/08) di Grand Melia Jakarta.

Memulai pembangunan CBG perdana di Pabrik Kelapa Sawit Tinjowan PTPN IV di Sumatera Utara, reNIKOLA melalui PT RPE berencana membangun 40 fasilitas serupa di PKS PalmCo dengan total investasi mencapai 240 juta USD.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyebutkan kerjasama ini sejalan dengan visi PTPN untuk terus berkontribusi dalam upaya-upaya membangun circular economy yang tidak hanya berfokus pada revenue namun juga menaruh konsentrasi tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

“Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari MoU yang telah ditandatangani tahun lalu. Insya Allah akan menjadi salah satu pembuka jalan bagi Indonesia dan Malaysia, untuk bersama-sama menggesa dekarbonisasi, membangun circular economy, dan menciptakan bumi yang aman ditinggali oleh anak cucu kita nanti,” buka Jatmiko.

CBG sendiri merupakan salah satu bentuk energi baru terbarukan yang bersumber dari limbah cair hasil pengolahan minyak sawit. Unit CBG di PKS Tinjowan PTPN IV tersebut akan menghasilkan energi sebesar 161 ribu MMBTU/millions of british thermal units pertahun dan diperhitungkan mampu menyerap 30 ribu ton Karbon yang merupakan sumber emisi Gas Rumah Kaca.

“Jika PT RPE dan reNIKOLA mampu membangun 40 CBG di PalmCo, maka kita akan mampu menghasilkan 6.4 juta MMBTU yang dapat digunakan di dalam negeri sebagai ketahanan energi, sekaligus mampu menyerap 680 ribu ton karbon/CO2 equivalen per tahun sebagai upaya dekarbonisasi,” bebernya.

Jatmiko berharap melalui kerjasama ini, Indonesia dan Malaysia selaku dua negara produsen terbesar CPO dunia yang sama-sama menyatakan patuh kepada Paris Agreement 2015, yakni suatu traktat internasional yang mengawal negara-negara untuk mengurani emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lain untuk membatasi pemanasan global, dapat menjadikan proyek BOOT antara PalmCo dan reNIKOLA sebagai percontohan bagi pelaku industri lainnya.

“Harapannya, PalmCo dapat berkontribusi mendukung akselerasi penurunan emisi hingga 40 persen di tahun 2030 dan net zero emission bahkan lebih cepat dari tahun 2060”, ungkap Jatmiko.

Chairman reNIKOLA Grup Malaysia Tan Sri Ir (Dr) Mohamed Al Amin Abdul Majid menyebutkan pada awal tahun ini, reNIKOLA Group Malaysia mendirikan perusahaan induk di Indonesia, PT reNIKOLA Energi Nusantara (PT REN).

Selanjutnya, perusahaan patungan (JV) dibentuk dengan PT Primer Hijau Energi (PT PHE), perusahaan lokal yang berkomitmen untuk mendorong solusi energi berkelanjutan dan berkontribusi pada tujuan energi terbarukan Indonesia, dan menghasilkan pendirian PT reNIKOLA Primer Energi (PT RPE), entitas yang kemudian bertanggung jawab dalam pelaksanaan BOOT dengan PTPN.

Menurutnya reNIKOLA Group berencana melaksanakan 40 proyek inisiatif energi terbarukan selama tiga tahun ke depan, melibatkan total investasi lebih dari 240 juta USD. Tujuan ambisius ini dilakukan bersama dengan B.Grimm Power, salah satu produsen energi terbarukan terbesar di dunia dengan pengalaman lebih dari 145 tahun.

“B.Grimm Power, yang memegang saham 45% di reNIKOLA Holding Sdn. Bhd., memberikan dukungan teknis dan finansial berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan dan umur panjang proyek-proyek ini. Selain itu, reNIKOLA memanfaatkan keahlian teknis tim teknik internalnya, dengan mendedikasikan dirinya untuk menerapkan praktik teknik terbaik sesuai dengan peraturan Indonesia”,ujar Tan Sri Al Amin.

“Kami berdedikasi untuk memajukan teknologi yang secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong transisi ke sumber energi yang lebih bersih”,tambahnya.

Dirinya menegaskan grup reNIKOLA akan terus bekerja tanpa henti untuk mengembangkan 8 proyek energi terbarukan tambahan di Sumatera Utara saja. Proyek-proyek yang baginya akan memainkan peran penting dalam strategi Perusahaan dalam mendukung tujuan energi terbarukan Indonesia.

“Kita sedang mengeksplorasi potensi solusi inovatif seperti proyek biometana cair, biohidrogen, dan biometanol”, ucap Amin.

Untuk itu pihaknya menyatakan siap untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan perusahaan-perusahaan milik negara lain seperti Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Ditempat yang sama Direktur PT RPE Nengah Rama Gautama mengapresiasi dukungan pemerintah melalui kementerian ESDM dan kesediaan PTPN dalam pelaksanaan proyek Energi Baru Terbarukan di Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, pemerintah Indonesia dan merasa terhormat dapat bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara. Dukungan yang diberikan sangat berharga bagi proyek-proyek kami yang akan datang dan sangat penting dalam membantu kami mencapai tujuan ambisius kami menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi dunia”, harap Nengah.

BOOT ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa dan Kho Ho Ming, Direktur Utama PT Renikola Primer Energi dengan jangka waktu kerjasama selama 10 tahun.

Turut menhadiri dalam penandatangan tersebut, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR-RI H. Adang Daradjatun, Direktur Bioenergi-KESDM EBTKE Edi Wibowo, dan Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo. ( RED)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

16 Oktober 2026

Tinjau Kopdes Merah Putih, Wawali Harris Bobihoe : Harga Lebih Murah

14 Oktober 2026

Kecamatan Cikarang Pusat Tertibkan Delapan Warung di Pasar Tegal Danas

14 Oktober 2026

Antisipasi Banjir dan Jaga Pasokan Air Pertanian, Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 KM Mulai Dikerjakan

9 Oktober 2026

Lolos Tahap II ASN Berprestasi Jabar, Inovasi Puspita Sakura Bidik Bebas HIV 2030

9 Oktober 2026

CSR PT Jababeka, Bantu Petani Hilir Bekasi hingga Dukung Pendidikan

29 September 2026

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

21 September 2026

Jahi Hidayat Unggul di Pilkades Tamansari, Kembali Terpilih untuk Periode Ketiga

20 September 2026

Hitung Cepat Pilkades Ciledug, Hadi Hidayat Puncaki Perolehan Suara

19 September 2026

Dinas SDABMBK Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung Desa Kalijaya-Sukajaya

19 September 2026

Inspektorat Juara I Pariwara Antikorupsi, Gaungkan Integritas dan Kejujuran ASN

19 September 2026

Terbaik 1 Locus EPSS, DLH Kedepankan Kebijakan Berbasis Data

17 September 2026

Untuk Memperkuat Pembangunan dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026 Perubahan APBD 2026 Disampaikan, Wali Kota Bekasi: Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

17 September 2026

Jelang Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Cek Kesiapan Sejumlah Venue Pertandingan