Peduli Lingkungan, SMA Negeri 2 Sukatani Selenggarakan Pesantren Ekologi Ramadan

BERITA JURNAL KOTA || Kabupaten Bekasi

SMA Negeri 2 Sukatani menyelenggarakan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah Tahun Pelajaran 2025–2026 yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 4 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis spiritualitas dan kepedulian lingkungan selama bulan suci Ramadan. Kepala SMAN 2 Sukatani, Agus Saprudin, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai ibadah dengan aksi nyata menjaga lingkungan. “Pesantren Ekologi ini kami hadirkan agar siswa memahami bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah dan wujud tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan harian dimulai pukul 06.30 WIB dengan sholat sunah Dhuha dan dzikir pagi, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an serta Poe Ibu sebagai pembiasaan karakter di bulan Ramadan. Setelah itu, siswa mengikuti materi inti Pesantren Ekologi sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar reguler. “Pembiasaan ibadah di pagi hari menjadi pondasi utama. Kami ingin membentuk karakter siswa yang kuat secara spiritual sebelum mereka menerima materi akademik,” jelas Agus.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa materi Pesantren Ekologi meliputi Tadabur Alam (Niti Harti), Pendalaman Ekologi dalam Al-Qur’an (Niti Bukti), Kajian Ayat Ekologi, hingga Niti Bakti berupa aksi penanaman pohon dan gerakan hemat energi. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan presentasi kelompok, Rantang Kanyaah, serta Gerakan Wakaf Al-Qur’an.

“Kami menggabungkan kajian ayat-ayat Al-Qur’an dengan aksi nyata seperti penanaman pohon dan hemat energi. Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari nilai rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya. Program ini juga merupakan implementasi Pancawaluya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang berbasis kearifan lokal budaya Sunda. Lima pilar Pancawaluya yakni cager, bageur, bener, pinter, dan singer diharapkan menjadi fondasi pembentukan manusia waluya atau manusia paripurna. “Kami ingin melahirkan generasi yang sehat lahir batin, jujur, cerdas, dan terampil. Pesantren Ekologi menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan itu,” tambah Agus.

Sementara itu, Pengawas PAI Dr. Yuni Asdhiani menilai kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan di SMAN 2 Sukatani sebagai langkah inovatif dalam penguatan pendidikan agama yang kontekstual. Ia menyebut integrasi antara spiritualitas dan kepedulian lingkungan sebagai pendekatan yang relevan dengan tantangan zaman. “Kegiatan ini sangat baik karena mengajarkan siswa bahwa agama tidak hanya berbicara tentang ritual, tetapi juga tanggung jawab sosial dan ekologis,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ekoteologi yang diterapkan sekolah sejalan dengan program Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran tersebut sejak dini.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Ketika siswa memahami ini, mereka akan tumbuh dengan kesadaran spiritual dan kepedulian sosial yang seimbang,” kata Dr. Yuni. Lebih lanjut, ia mengapresiasi sistem pembiasaan yang diterapkan sejak pagi hingga siang hari, termasuk pelaksanaan KAROMAH atau kegiatan amaliyah Ramadan di rumah. Menurutnya, kesinambungan antara sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan pembinaan karakter.

“Program ini tidak berhenti di sekolah, tetapi berlanjut di rumah. Sinergi inilah yang akan memperkuat pembentukan akhlak siswa,” ungkapnya. Dr. Yuni berharap Pesantren Ekologi Ramadan dapat menjadi praktik baik yang menginspirasi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan agama berbasis aksi nyata. Ia optimistis program tersebut mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya sekolah. Spiritualitas yang kuat harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap bumi,” pungkasnya.

(Hans)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

16 Oktober 2026

Tinjau Kopdes Merah Putih, Wawali Harris Bobihoe : Harga Lebih Murah

14 Oktober 2026

Kecamatan Cikarang Pusat Tertibkan Delapan Warung di Pasar Tegal Danas

14 Oktober 2026

Antisipasi Banjir dan Jaga Pasokan Air Pertanian, Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 KM Mulai Dikerjakan

9 Oktober 2026

Lolos Tahap II ASN Berprestasi Jabar, Inovasi Puspita Sakura Bidik Bebas HIV 2030

9 Oktober 2026

CSR PT Jababeka, Bantu Petani Hilir Bekasi hingga Dukung Pendidikan

29 September 2026

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

21 September 2026

Jahi Hidayat Unggul di Pilkades Tamansari, Kembali Terpilih untuk Periode Ketiga

20 September 2026

Hitung Cepat Pilkades Ciledug, Hadi Hidayat Puncaki Perolehan Suara

19 September 2026

Dinas SDABMBK Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung Desa Kalijaya-Sukajaya

19 September 2026

Inspektorat Juara I Pariwara Antikorupsi, Gaungkan Integritas dan Kejujuran ASN

19 September 2026

Terbaik 1 Locus EPSS, DLH Kedepankan Kebijakan Berbasis Data

17 September 2026

Untuk Memperkuat Pembangunan dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026 Perubahan APBD 2026 Disampaikan, Wali Kota Bekasi: Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

17 September 2026

Jelang Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Cek Kesiapan Sejumlah Venue Pertandingan