PWI Bekasi Raya: Penunjukan Plt Langgar “Kesepakatan Jakarta”, Berpotensi Pecah Belah PWI di Jawa Barat

BJK  || BEKASI RAYA

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya kembali menyatakan keberatan keras terhadap keputusan sepihak yang mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Bekasi Raya. Keputusan tersebut dinilai tidak sah secara organisasi dan mencederai semangat rekonsiliasi yang tertuang dalam Kesepakatan Jakarta, yang ditandatangani pada 16 Mei 2025 oleh Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang.

Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin mengatakan, dalam Kesepakatan Jakarta secara eksplisit kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengeluarkan keputusan organisasi apapun sebelum terlaksananya Kongres Persatuan PWI.

“Kalau membaca isi Kesepakatan Jakarta, jelas disepakati bahwa semua pihak harus menahan diri. Bahkan secara khusus dinyatakan bahwa seluruh keputusan organisasi akibat konflik—baik pemecatan, penunjukan pengurus, atau pemberian sanksi—harus dicabut. Jadi, penunjukan Plt itu jelas inkonstitusional,” tegas Ade.

Ia menambahkan, keputusan sepihak seperti penunjukan Plt ini bukan hanya melanggar isi kesepakatan, tetapi juga membuka ruang perpecahan serius, khususnya di wilayah Jawa Barat. Hingga saat ini, diketahui bahwa sedikitnya enam kabupaten/kota di Jawa Barat telah dibekukan atau dipasang Plt oleh pihak tertentu secara sepihak, tanpa melalui mekanisme konferensi daerah yang sah.

“Ini sangat berbahaya bagi soliditas organisasi di daerah. Jawa Barat adalah provinsi dengan basis PWI yang kuat dan solid. Keputusan sepihak seperti ini justru menabur benih konflik baru di daerah yang sebenarnya sudah kondusif,” ujar Ade.

Dalam Kesepakatan Jakarta, disepakati bahwa semua keputusan organisasi yang lahir dari konflik dualisme harus dicabut, demi pemulihan nama baik dan kehormatan anggota. Kesepakatan juga menyebut bahwa peserta Kongres Persatuan nanti adalah hasil konferensi cabang PWI yang sah di 33 provinsi plus Solo.

Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, dalam pernyataan terpisah juga menegaskan bahwa tidak ada dasar hukum bagi penunjukan Plt di tingkat kabupaten/kota oleh PWI Pusat.

“Abaikan saja. Ketua yang benar adalah hasil konferensi di daerah. Dasar penunjukan Plt itu apa? Pasti tidak sesuai PD/PRT PWI. Belum pernah dalam sejarah PWI, pengurus kabupaten/kota ditunjuk oleh pusat. Itu adalah wewenang PWI provinsi, yang juga harus dipilih melalui konferensi,” ujar Zulmansyah.

Senada dengan itu, Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat juga menyatakan bahwa PWI Bekasi Raya adalah hasil konferensi yang sah dan tidak ada Plt di dalam struktur organisasi yang benar.

“Yang sekarang sah adalah hasil pemilihan dalam konferensi. Tidak ada Plt. Apa yang beredar itu tidak ada kaitannya dengan kami,” jelas Hilman.

PWI Bekasi Raya pun meminta agar semua pihak yang terlibat dalam proses menuju Kongres Persatuan menghormati semangat dan isi Kesepakatan Jakarta, serta tidak mengeluarkan keputusan yang justru memperuncing perpecahan di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia ini.

“Kami tetap solid dan taat pada mekanisme organisasi. Jangan rusak semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama. Mari fokus menuju Kongres Persatuan dan tinggalkan cara-cara yang bertentangan dengan PD/PRT,” tutup Ade.

( SASIYANTO)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

16 Oktober 2026

Tinjau Kopdes Merah Putih, Wawali Harris Bobihoe : Harga Lebih Murah

14 Oktober 2026

Kecamatan Cikarang Pusat Tertibkan Delapan Warung di Pasar Tegal Danas

14 Oktober 2026

Antisipasi Banjir dan Jaga Pasokan Air Pertanian, Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 KM Mulai Dikerjakan

9 Oktober 2026

Lolos Tahap II ASN Berprestasi Jabar, Inovasi Puspita Sakura Bidik Bebas HIV 2030

9 Oktober 2026

CSR PT Jababeka, Bantu Petani Hilir Bekasi hingga Dukung Pendidikan

29 September 2026

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

21 September 2026

Jahi Hidayat Unggul di Pilkades Tamansari, Kembali Terpilih untuk Periode Ketiga

20 September 2026

Hitung Cepat Pilkades Ciledug, Hadi Hidayat Puncaki Perolehan Suara

19 September 2026

Dinas SDABMBK Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung Desa Kalijaya-Sukajaya

19 September 2026

Inspektorat Juara I Pariwara Antikorupsi, Gaungkan Integritas dan Kejujuran ASN

19 September 2026

Terbaik 1 Locus EPSS, DLH Kedepankan Kebijakan Berbasis Data

17 September 2026

Untuk Memperkuat Pembangunan dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026 Perubahan APBD 2026 Disampaikan, Wali Kota Bekasi: Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

17 September 2026

Jelang Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Cek Kesiapan Sejumlah Venue Pertandingan