Beritajurnalkota || Pakpak Bharat
Warga Desa Simerpara dan Desa Majanggut II, Kabupaten Pakpak Bharat, menerima bantuan pasca terdampak bencana alam tanah longsor. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, didampingi istri, Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Franc menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, kepada masyarakat Pakpak Bharat.
“Kami hadir hari ini untuk mengantarkan langsung bantuan dari Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Afif Nasution. Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru agar dapat dirayakan dengan tenang dan penuh suka cita. Inilah wujud perhatian besar dari Bapak Gubernur kepada masyarakat Pakpak Bharat,” ujar Bupati.
Bupati juga mengapresiasi kualitas bantuan yang diberikan serta berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan tanggap tim penanggulangan bencana Kabupaten Pakpak Bharat.
“Beberapa waktu lalu Kabupaten Pakpak Bharat mengalami bencana longsor, termasuk di Desa Simerpara ini, bahkan rumah ibadah sempat mengalami kerusakan. Namun berkat respon cepat dari semua pihak, penanggulangan dapat dilakukan dengan baik. Terima kasih kepada BPBD, instansi terkait, serta jajaran TNI dan Polri yang telah mengerahkan sumber daya dan membantu masyarakat,” tambahnya.
Bupati Franc berharap agar di masa mendatang tidak lagi terjadi bencana serupa dan masyarakat senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Sebanyak 122 Kepala Keluarga di Desa Simerpara dan 49 Kepala Keluarga di Desa Majanggut II menerima paket bantuan tersebut. Dengan penyaluran ini, seluruh masyarakat di dua desa yang terdampak bencana alam telah menerima bantuan.
Diketahui, Desa Simerpara dan Desa Majanggut II sempat terisolasi selama beberapa waktu akibat tanah longsor yang memutus akses jalan utama menuju kedua desa tersebut, serta merusak sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian milik warga.
(Andritumangger)










































