BERITA JURNAL KOTA – KUALA TUNGKAL
Komitmen dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan jajaran Polres Tanjung Jabung Barat. Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 0,2 kilogram serta meringkus dua orang pelaku di wilayah Kecamatan Batang Asam.
Kedua pelaku masing-masing berinisial SN (39) dan SO (56) diamankan saat berada di sebuah rumah di Desa Sri Agung pada Jumat malam (10/04/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kapolres Tanjab Barat melalui Kasat Resnarkoba, Agus A. Purba, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut.
“Informasi dari masyarakat kami tindak lanjuti dengan penyelidikan intensif selama kurang lebih sepuluh hari. Setelah memastikan keberadaan pelaku, tim langsung melakukan penggerebekan,” ujarnya.
Penggerebekan dipimpin oleh Fajar Kurniawan di sebuah rumah milik pria berinisial RO di RT 02 Desa Sri Agung. Saat dilakukan penggeledahan, kedua pelaku tidak dapat mengelak.
Petugas menemukan sabu yang disembunyikan di dalam sebuah karung. Selain itu, di lokasi juga ditemukan alat hisap (bong) yang mengindikasikan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika.
“Barang bukti utama berupa sabu dengan berat bruto 208,69 gram berhasil kami amankan. Ini jumlah yang cukup besar dan berpotensi merusak banyak generasi,” tegas AKP Agus.
Selain sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa satu unit timbangan digital, plastik klip kosong, dua unit handphone, alat hisap, korek api gas, uang tunai Rp100.000, serta satu unit sepeda motor Honda Beat.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa SN merupakan warga Desa Rawa Medang, sementara SO adalah warga Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.
Saat ini, keduanya telah diamankan di Mapolres Tanjab Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan pemasok yang lebih besar.
“Ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus memburu jaringan di atasnya dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah hukum kami,” pungkasnya.
( red )

















































