Matatelinga. Toba. Karena status JP dan BS hingga saat ini belum jelas sebagai tersangka, pengacara Manotar Tampubolon dan tim  mendatangi Polres Toba Kabupaten Toba Sumatera Utara, Selasa (1/10/2024) di Parparean Posea

BJK || KABUPATEN  BALIGE PORSEA

Kapolres Toba AKBP Wahyu Indrayana SH, S.I.K. tidak bersedia menemui mereka tanpa alasan yang jelas walaupun sebelumnya sudah berjanji bertemu sehabis makan siang. Namun Kapolres tidak kunjung datang walaupun tim pengacara telah menunggu lama. (1/10/2024),Pengacara Jubeleum Panjaitan, Manotar Tampubolon dan tim mempertanyakan kejelasan perkara Jubeleum Panjaitan dan Berto Sinaga yang sudah ditahan 90 hari. Penahanan JP dan BS selama 90 hari merupakan kewenangan penyidik Polres Toba, namun dasar penetapan tersangka hingga saat ini tidak bisa dibuktikan penyidik hingga pihak Kejaksaan Negeri Balige mengembalikan berkas tersangka.

Kasatreskrim Polres  Toba IPDA. Wilson Panjaitan  tidak bersedia menjawab awak media terkait dasar penetapan kedua orang tersebut sebagai tersangka hingga Kasatreskrim dimutasi ke daerah lain beberapa hari lalu.

Kasus ini bermula dari kematian Dollar Hutajulu (42) pada (13/4/2024). Dollar Hutajulu  meninggal karena meminum racun sesuai hasil assessment RSUD Porsea dan keterangan para saksi yang memberatkan,  Pemakaman korban juga tidak dilakukan secara keagamaan seperti biasa oleh pihak gereja. Hasil assessment RSUD Porsea menyimpulkan bahwa semua tubuh korban tidak terdapat penganiayaan seperti yang disangkakan penyidik Polres Toba. “Para saksi sebanyak 14 orang tidak ada satupun yang melihat terjadi penganiayaan yang dilakukan JP dan BS. Bahkan kesaksian mereka justru meringankan JB dan BS”  padahal saksi yang diperiksa ini adalah saksi yang seharusnya memberatkan, akan tetapi keterangan semuanya justru merigankan kata Agustinus Darmanto Panjaitan SH. MH. “Kasus ini diduga direkayasa atas permintaan pihak lain. Sejak awal pemanggilan paksa hingga penahanan JP dan BS tidak sesuai KUHAP. Kasus ini sudah 90 hari tapi tidak jelas arahnya kemana” ungkap Manotar Tampubolon SH. Kedua istri JP, BS dan pengacara masih mempertanyakan status suaminya yang belum jelas hingga saat ini, padahal sudah 90 Hari mereka ditahan oleh Penyidik Polres Toba. ( Dapot Tambun )

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

16 Oktober 2026

Tinjau Kopdes Merah Putih, Wawali Harris Bobihoe : Harga Lebih Murah

14 Oktober 2026

Kecamatan Cikarang Pusat Tertibkan Delapan Warung di Pasar Tegal Danas

14 Oktober 2026

Antisipasi Banjir dan Jaga Pasokan Air Pertanian, Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 KM Mulai Dikerjakan

9 Oktober 2026

Lolos Tahap II ASN Berprestasi Jabar, Inovasi Puspita Sakura Bidik Bebas HIV 2030

9 Oktober 2026

CSR PT Jababeka, Bantu Petani Hilir Bekasi hingga Dukung Pendidikan

29 September 2026

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

21 September 2026

Jahi Hidayat Unggul di Pilkades Tamansari, Kembali Terpilih untuk Periode Ketiga

20 September 2026

Hitung Cepat Pilkades Ciledug, Hadi Hidayat Puncaki Perolehan Suara

19 September 2026

Dinas SDABMBK Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung Desa Kalijaya-Sukajaya

19 September 2026

Inspektorat Juara I Pariwara Antikorupsi, Gaungkan Integritas dan Kejujuran ASN

19 September 2026

Terbaik 1 Locus EPSS, DLH Kedepankan Kebijakan Berbasis Data

17 September 2026

Untuk Memperkuat Pembangunan dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026 Perubahan APBD 2026 Disampaikan, Wali Kota Bekasi: Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

17 September 2026

Jelang Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Cek Kesiapan Sejumlah Venue Pertandingan